Film] Alangkah Lucunya (Negeri Ini) Antung apriana 8:43 AM film, Diceritakan Muluk, seorang Sarjana Manajemen, putra pak Makbul, sedang pontang panting mencari kerja. Karena tak kunjung mendapat pekerjaan, Muluk mulai berpikiran untuk membuka usaha sendiri, yakni beternak cacing. AlangkahLucunya (Negeri Ini), tidak ubahnya seperti "curhatan-curhatan rakyat yang diproyeksikan ke dalam sebuah film, melalui visi tajam seorang Deddy Mizwar, yang menjadikan film ini sebuah jaminan tontonan yang menarik. Sutradara yang sebelumnya sukses membesut Nagabonar Jadi 2 di tahun 2007 ini, seperti biasa berhasil menyisipkan JajaMihardja film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini' Rasyid Karim film '3 Hati 2 Dunia 1 Cinta' Tio Pakusadewo film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini; Teuku Rifnu Wikana film 'Darah Garuda' Doni Alamsyah film 'Minggu Pagi di Victoria Park' Nominasi Pemeran Pendukung Wanita. Happy Salma film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita' Ully Artha film 'Babak Belur' DownloadAlangkah Lucunya Negeri Ini (2010) WEBDL 720P 480P Full Movie Indonesia STREAMING NONTON MOVIE. Poster: Info: Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010) Genre: Drama: Rilis: 15 Maret 2010: Pemain/Pemeran: Reza Rahadian Deddy Mizwar Slamet Rahardjo Jaja Mihardja Tio Pakusadewo Asrul Dahlan filmindonesia tanah surga katanya alangkah lucunya negeri ini film perbatasan indonesia malaysia; pancingan+perkutut+bangkok+suara+besar+ulem+ketukan+panjang; kayden kross; anna rose; bokep nenek indo; skins sub indo; suara burung sriti paling gacor cocok untuk pancingan; najwa shihab tetap gigih dan tidak takut untuk menggapai cita cita FilmAlangkah Lucunya (Negeri Ini) mengangkat permasalahan dasar bangsa ini dengan mengedepankan konflik batin yang terjadi, yaitu pendidikan dan kemiskinan. Sehingga dengan nonton film ini melalui AlangkahLucunya (Negeri Ini) 2010 Directed by Deddy Mizwar. Synopsis. How Funny (This Country Is) is a comedy from Deddy Mizwar—and Indonesia's entry for Best Foreign Language Film at the 83rd Academy Awards. Reza Rahadian dan Sakurta Ginting menjadi poin plus dalam film ini. Review by fian_ ā˜…ā˜…ā˜…ā˜…Ā½ . Satir getir dengan komedi Review Alangkah lucunya (negeri ini) Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (Citra Sinema, 2010) How Funny (This Country is) Directed by Deddy Mizwar. Produced by Zairin Zain, 2010. Written by Musfar Yasin. Starring Reza Rahadian, Tika Bravani, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Jaja Mihardja, Asrul Dahlan, Rinna Hasyim, Teuku Edwin, Sonia Gwbaru aja nonton film karya negeri sendiri yang judulnya "Alangkah Lucunya Negeri Ini". Memang film ini sudah muncul di bioskop beberapa bulan yang lalu di tahun ini. Cast Starring Film Alangkah Lucunya Negeri Ini: Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, MoovilmsIndonesia Subscribe Alangkah Lucunya merupakan film drama komedi satire Indonesia yang dirilis pada 15 April 2010 yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini dibintangi oleh Reza CjeGUD. Welcome back di blog saya, kali ini saya akan mempost untuk ke-tujuh kalinya di blog ini. Di post ke-tujuh ini, saya akan meresensi film lokal. Dimulai dengan kegiatan reguler saya, seperti biasa tiap hari Senin, salah satu mata kuliah yang saya sukai yaitu KI, mengadakan kuliah. Namun ada yang berbeda dengan kuliah KI yang diadakan pada hari Senin lalu. Yang membuat berbeda adalah kuliah kami pada waktu itu tidak sekedar tatap muka dan ajar mengajar, melainkan menonton sebuah film. Film yang kami tonton adalah sebuah film bergenre drama komedi yang mengandung unsur sosial, politik, maupun budaya. Film tersebut berjudul Alangkah Lucunya Negeri Ini. Film ini dirilis pada tanggal 15 April 2010, cukup miris saya baru sempat menonton film ini sekarang. Film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar ini bisa dibilang cukup sukses karena bisa mewakili Indonesia di ajang film bergengsi dunia Academy Award 2011’ untuk kategori Best Foreign Language Movie’ . Namun sayang sekali harus gagal untuk melewati penilaian masuk nominasi-nya. Film ini bercerita tentang seorang sarjana manajemen bernama Muluk yang belum mendapat pekerjaan. Sedangkan ia ingin segera mapan untuk bisa menikahi anak perempuan dari Haji Sarmidi yang bernama Rahma. Kemudian pada suatu hari Muluk bertemu dengan Komet seorang pencopet cilik, dia memergokinya sedang mencopet namun Muluk melepaskan Komet. Ketika Muluk bertemu dengan Komet lagi Komet mengajaknya di sarang para pencopet, kemudian bertemulah si Muluk dengan Jarot bos pencopet. Kemudian Muluk berniat untuk bekerjasama dengan mereka. Hasil dari pencopetan dialihkan sebagian ke suatu usaha yang dapat menguntungkan Muluk dan para pencopet itu sendiri, agar di masa depannya nanti para pencopet tersebut tidak perlu mencopet lagi untuk mendapatkan uang. Jarot setuju karena dia tidak ingin anak-anak tersebut menjadi pencopet selamanya. Mendengar Jarot setuju, si Muluk langsung menyebarkan berita bahagia ke ayahnya, Haji Sarmidi, Haji Rahmat, dan Rahma bahwa dia telah mendapatkan pekerjaan di bagian Pemanfaatan Sumber Daya Muluk lancar terus sampai dia bisa membelikan sepeda motor dari hasil pekerjaannya. Muluk pun membuatkan rekening untuk mereka. Melihat sebagian anak-anak pencopet yang memakai seragam, Muluk pun menjadi sedikit miris karena anak-anak tersebut tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Akhirnya Muluk pun mengajak Syamsul seorang sarjana pendidikan yang menganggur untuk mengajari mereka pendidikan formal. Mengingat bahwa pekerjaan formal saja tidak cukup Muluk juga mengajak temannya bernama Pipit anak perempuan dari Haji Rahmat yang pekerjaannya hanya ngelotre’ sepanjang hari untuk mengajarkan pendidikan agama. Akhirnya para pencopet itupun menjalani hari-hari mereka dengan mencopet kemudian dilanjutkan dengan belajar pendidikan formal dan agama. Akhirnya para pencopet itupun dianggap telah mengalami kemajuan yang baik, Muluk pun berniat untuk mengadakan acara kecil-kecilan mirip upacara untuk merayakan kemajuan mereka dengan cara menyediakan barang-barang bekal mengasong untuk mereka, meskipun jumlahnya cuma sedikit Muluk ingin sebagian dari mereka untuk mulai mengasong dan meninggalkan mulai muncul ketika Pak Makbul ayah dari Muluk, Haji Sarmidi, dan Haji Rahmat ingin melihat kantor mereka. Pipit pun kebingungan, namun pada akhirnya Pipit terpaksa mengajak mereka. Sesampai disana Muluk pun kaget melihat kedatangan Pipit yang ditemani oleh ayahnya, Haji Sarmidi, dan Haji Rahmat. Namun Syamsul berusaha untuk meredam keadaan dengan menunjukkan bahwa usaha mereka tidak sia-sia, dengan cara mengetest kemampuan anak-anak pencopet itu. Akhirnya Haji Rahmat pun terlihat kagum dan senang, Haji Rahmidi kebingungan, dan Pak Makbul terlihat menyimpan acara tersebut Pak Makbul menyadarkan Haji Rahmat dan Haji Rahmidi bahwa hasil dari Muluk, Pipit, dan Syamsul adalah hasil yang haram. Akhirnya Muluk dan Pipit memutuskan untuk berhenti. Syamsul pun yang sudah merasa dia berguna karena awalnya hanya pengangguran menjadi marah dan akhirnya terpaksa berhenti juga. Setelah mereka semua berhenti mereka mengunjungi sarang para pencopet tersebut, namun tidak disangka hanya Komet dan beberapa temannya yang benar-benar berhenti mencopet dan memulai mengasong, sisanya masih tidak berubah. Kemudian Muluk mengikuti nasihat ayahnya untuk belajar mengemudi dan berniat untuk menjadi seorang supir. Ketika Muluk belajar mengemudi dia bertemu dengan Gareng yang terlihat dikejar massa karena tertangkap mencopet. Tidak lama kemudian dia juga berjumpa dengan Komet dan teman-temannya yang mengasong. Sayangnya tiba-tiba datang para petugas Satpol. PP yang ingin menangkap Komet dan teman-temannya yang mengasong karena dianggap mengganggu lalu lintas. Namun dengan sigap Muluk turun dari mobil dan melindungi anak-anak tersebut, para petugas Satpol. PP yang tidak mampu mengejar Komet dan teman-temannya malah menangkap Muluk. Pada saat Muluk dinaikkan di mobil penangkapan Komet dan teman-temannya berusaha mengejar Muluk, namun mereka tidak bisa mengejarnya. Muluk hanya bisa tersenyum tanda bangga terhadap Komet dan teman-temannya yang sudah berniat untuk berhenti ending yang memukau. Film ini menunjukkan kejadian yang sebenarnya yang terjadi di masyarakat. Pendidikan dianggap tidak penting bagi sebagian masyarakat, karena apalah arti pendidikan tanpa sebuah koneksi yang dapat mempermudah keadaan. Sungguh lucu memang negara ini, dengan terang-terangan dituliskan bahwa ā€œFakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negaraā€ tercantum pada UUD 1945 pasal 34 ayat 1. Namun kenyataannya apa? Anak-anak pengasong yang berniat untuk mencari uang dengan cara halal malah dikejar-kejar oleh petugas Satpol. PP dengan alasan mengganggu lalu lintas. Sedangkan di gedung DPR sana para koruptor dengan enaknya memakan uang rakyat tanpa gangguan petugas Satpol. PP yang memburu. Negara lain saja bisa benar-benar memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar di negara mereka dengan cara memberi mereka tempat tinggal sementara dan diberi kursus agar mampu hidup mandiri. Baiklah tidak usahlah kita membandingkan dengan negara lain, pasti tidak akan ada habisnya. Dimulai dari yang paling sederhana, cukup bercermin sajalah. Siapa yang bisa membuat negara kita ini menjadi lebih baik? Yang bisa menjawab hanya kita sendiri. Terima Kasih, Semoga Membantu. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Film harus ditonton Alangkah Lucunya Negeri ini Isa Alamsyah Kalau ada penyesalan ketika menonton film Alangkah Lucunya Negri ini ini, maka saya menyesal menonton film ini 5 hari setelah penayangan perdananya. Seandainya saya menonton di hari pertama, mungkin bisa bantu promosi lebih cepat. Biasanya film dianggap sukses jika hari pertama atau keduanya membludak. Tapi tidak ada kata terlambat, saya berharap resensi film ini bisa membantu kesuksesan film ini di Indonesia. Semoga setelah membaca tulisan ini Anda bersama keluarga berbondong-bondong menonton film ini. Dijamin tidak menyesal. Tua, muda, anak-anak pasti terhibur dan mendapat manfaat dari film ini. Seperti biasa, saya akan mendukung film yang baik untuk bangsa dan tidak segan-segan membantu promosinya. Film bagus berarti yang unggul baik dilihat dari segi pesan maupun kualitas filmnya. Film Alangkah Lucunya Negri ini terlalu bagus untuk dilewatkan, sebuah hiburan yang mendidik, lucu dan penuh hikmah. Jangan khawatir, tulisan ini tidak akan membocorkan jalan ceritanya. ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI Film Deddy Mizwar yang di release 15 April ini bisa jadi merupakan salah satu film terbaik tahun 2010 ini. Jika dibandingkan beberapa film Indonesia lain yang sempat saya tonton selama 2010, film ini jauh lebih unggul dari film lainnya. Dan saya belum bisa membayangkan ada film lain yang bisa sebagus ini dalam waktu singkat. Tapi kalau seandainya nanti ada yang lebih bagus, saya bersyukur, berarti kualitas perfilman kita menjadi luarbiasa. Setelah Naga Bonar jadi 2, Laskar Pelangi, Emak Ingin Haji, mungkin film ini yang akan menjadi film yang akan mendapat banyak sorotan dan pujian. Hanya 5 menit pertama saja, film ini sudah bisa membuat kita terpingkal-pingkal. Tapi bukan itu yang membuat film ini luar biasa. Kritik sosial dan pesan yang disampaikan dalam 5 menit pertama begitu banyak tanpa terasa dipaksakan. Salah satu kelemahan film-film yang mempunyai tujuan atau misi pendidikan adalah terlalu banyak yang ingin disampaikan sehingga mengurangi estetika film. Tapi hal ini tidak terjadi di film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Film ini berhasil menyajikan potongan-potongan pesan moral dan kritik yang menggelitik hanya dalam hitungan detik tapi mengena. Selanjutnya cerita mengalir, dan pesan moral makin diperkuat sedikit demi sedikit. Sekalipun berlatar sekitar pemuda yang berusaha melakukan manajemen perubahan pada sekelompok pencopet, sebenarnya film ini mempunyai misi lebih besar. Film ini berhasil menggambarkan sebagian besar masalah bangsa yang disajikan dengan hiburan dan nilai pesan yang sarat nilai. Sekarang ini kebebasan berekspresi semakin terpasung. Setelah kasus Prita yang ditangkap karena membuat surat pembaca, Aguswandi yang dipenjaran karena mencharge HP, Nenek Minah yang dihukum karena memetiki 3 Buah Kakao, semakin takut saja orang bersuara. Syukurlah film ini berani hadir untuk kembali mengingatkan kita pentingnya ekspresi kritis untuk masa depan bangsa. Film ini berhasil meramu apik sikap kritisnya tanpa perlu vulgar menyebut siapa yang dikritiknya. Jika Anda mendukung film yang mengusung tema anti korupsi, Jika Anda berharap ada film yang berani mengungkap ketidakadilan dalam masyarakat, jika Anda menanti film yang bisa mengangkat kesenjangan sosial. Jika Anda menunggu film yang bisa mengkritisi situasi politik, anggota parlemen, dan pencalonan partai. Jika Anda ingin ada film yang mengangkat realitas religius yang jauh dari ideal, jika Anda merasa perlu ditampilkan adanya kejahatan yang dilindungi aparat, Jika Anda berkepentingan melihat adanya kritik pendidikan dan kesejahteraan sosial, JIka Anda menanti ada film yang bisa membangkitkan nasionalisme, jika Anda berharap ada tontonan yang menghibur sekaligus mendidik, Anda akan menemukan semua di film ini. Film ini akan menjadi penghapus dahaga yang selama ini kita nantikan. Seperti saya sampaikan, film ini bukan hanya bagus karena kaya pesan, tapi juga disajikan dengan sangat elegan di semua lini. Casting film juga sangat luar biasa. Tiga aktor kawakan; Deddy Mizwar, Slamet Raharjo dan Djadja Mihardja disandingkan dan ketiganya bisa bermain apik dan berkelas. Aktor Tio Pakusadewo ber-acting sangat meyakinkan, membuktikan ia pantas menerima piala citra lebih dari sekali. Acting Reza Rahadian juga meyakinkan, sebagaimana actingnya di film Emak Ingin Naik Haji. Peran pembantu dan figuran, semuanya mempunyai peran yang sangat membantu warna humor dalam film ini. Visualisasi gambar peradegan juga menawan. Banyak sekali adegan kontras yang akan membuat kita miris melihat ketimpangannya Adegan favorit saya justru ketika ada ada anak-anak yang ketakutan di saat bendera merah putih sekelibat berkibar di depan mereka. Sound trek lagunya juga enak. Bersemangat dan sesuai dengan adegan. Intinya, hampir semua unsur yang dibutuhkan untuk sebuah film terpenuhi. Saya juga terpakasa ikut mempromosikan Yamaha, Bank Muammalat dan Sozziz yang ikut mendukung film ini dengan iklan melalui adegan . Karena bagaimanapun kita harus juga mendukung perusahaan yang mau berperan di film yang bermutu. Di film ini tidak ada iklan rokok, bahkan untuk adegan asongan tidak ada bungkus rokok yang di tampilkan. Untuk itu saya juga beri acungan jempol. Ada dilema yang menonjol yang ditampilkan dalam film ini, dilema antara haram dan halal, yang Anda bisa sendiri menilainya. Silahkan menyaksikan, buruan, Anda tidak akan menyesal. Jangan lupa kasih komen kalau sudah nonton. 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya